Pengobatan Herbal Pengobatan Qur’an

 

Pengobatan Stroke Menggunakan Daun Dewa

Pentingnya Pengobatan Herbal sebagai pengobatan Qur’an

Ketika bicara tentang pengobatan serentak seluruh indra kita langsung mengingat masa-masa dimana kita datang ke dokter dan menjalani seluruh prosedur pemeriksaannya sampai kemudian di ujungnya dokter memberikan satu atau dua bahkan lebih obat yang mesti kita makan sebagai pengobatan dari penyakit yang dinyatakan di derita oleh kita. Tak pelak hal ini menyebabkan kita membuat sebuah asosiasi hampir permanen dalam otak kita bahwa obat itu hanya untuk orang yang sakit sementara yang tidak sakit tidaklah memerlukan obat. Bila kita bicara tentang pengobatan Kimia sintetik hal ini memang tidaklah salah, namun dalam halnya pengobatan menggunakan herbal perlu kita ingat bahwa herbal bukan hanya berfungsi pengobatan kuratif namun juga berfungsi sebagai pengobatan preventif.

Fungsi herbal hampir sama dengan makanan yang kita makan karena pada dasarnya herbal ini merupakan bahan dari tumbuhan yang pada banyak kebudayaan menjadi makanan pendamping sebagai bumbu makanan ataupun pelengkap makanan bahkan makanan pokok itu sendiri. Bahan asli yang terkandung dalam herbal memungkinkan tubuh kita untuk dapat menyerap dan memilah serta memilih bahan – bahan yang berguna untuk keperluan tubuh kita sementara bahan yang kurang atau tidak diperlukan oleh tubuh kita akan dengan mudah dikenali dan dibawa keluar oleh tubuh kita sehingga menjadi ampas yang akan keluar secara sempurna dari tubuh kita, sementara tidak demikian dengan saudara “klon” obat herbal tersebut yaitu obat kimia yang memiliki rantai kimia kadang hampir bersamaan dengan barang aslinya tetapi selalu kekurangan 1 – 2 rantai kimia yang menyebabkan bahan kimia ini dikenali sebagai benda asing yang menyulitkan tubuh kita untuk “mengawal” nya secara baik-baik dan membiarkannya keluar dari tubuh kita secara damai, malahan benda asing ini akan berkumpul dan berakumulasi dalam tubuh jika dikonsumsi secara berkepanjangan dan pada akhirnya justru membuat tubuh kita bagaikan tong sampah yang bukan lagi berminggu-minggu bahkan bertahun-tahun tidak diangkat dan dibersihkan.

Hippocrates sendiri yang dianggap sebagai Bapak Kedokteran Barat justru menyatakan bahwa dalam memperoleh kesembuhan hendaknya kita “Jadikan obat sebagai makananmu dan jadikan makanan sebagai obatmu” dengan herbal kita bisa melakukan itu, sementara dengan obat kimia, tegakah anda menjadikannya sebagai makanan?

Sebelum kita teruskan ada baiknya kita uraikan apa saja yang terkategori obat herbal. Secara umum memang kita lebih mengenal dan menyebutnya dengan obat herbal walaupun dalam perjalanannya sebetulnya lebih luas lagi dan lebih tepat disebut sebagai obat alamiah. Obatan bersifat alamiah dapat berasal dari tanaman dengan berbagai jenisnya seperti, bijian, buah, rumput-rumputan, akar kayu, kayu itu sendiri, sayur-sayuran ataupun berasal dari benda hewani seperti daging kambing ( kita bahas secara lebih detail dilain kesempatan), binatang laut (hiu, teripang, salmon dll), mineral penting (garam bukit, kalsium) dan lain-lain.

Page 1 of 4 | Next page