Terapi Bekam Modern, Terapi Terpadu, Terapi Islami

Pengobatan doa pengobatan herbal pengobatan quran

February 29, 2012 - الأربعاء 08 ربيع الثاني 1433
 

Pengobatan Stroke Menggunakan Daun Dewa

Pentingnya Pengobatan Herbal sebagai pengobatan Qur’an

Ketika bicara tentang pengobatan serentak seluruh indra kita langsung mengingat masa-masa dimana kita datang ke dokter dan menjalani seluruh prosedur pemeriksaannya sampai kemudian di ujungnya dokter memberikan satu atau dua bahkan lebih obat yang mesti kita makan sebagai pengobatan dari penyakit yang dinyatakan di derita oleh kita. Tak pelak hal ini menyebabkan kita membuat sebuah asosiasi hampir permanen dalam otak kita bahwa obat itu hanya untuk orang yang sakit sementara yang tidak sakit tidaklah memerlukan obat. Bila kita bicara tentang pengobatan Kimia sintetik hal ini memang tidaklah salah, namun dalam halnya pengobatan menggunakan herbal perlu kita ingat bahwa herbal bukan hanya berfungsi pengobatan kuratif namun juga berfungsi sebagai pengobatan preventif.

Fungsi herbal hampir sama dengan makanan yang kita makan karena pada dasarnya herbal ini merupakan bahan dari tumbuhan yang pada banyak kebudayaan menjadi makanan pendamping sebagai bumbu makanan ataupun pelengkap makanan bahkan makanan pokok itu sendiri. Bahan asli yang terkandung dalam herbal memungkinkan tubuh kita untuk dapat menyerap dan memilah serta memilih bahan – bahan yang berguna untuk keperluan tubuh kita sementara bahan yang kurang atau tidak diperlukan oleh tubuh kita akan dengan mudah dikenali dan dibawa keluar oleh tubuh kita sehingga menjadi ampas yang akan keluar secara sempurna dari tubuh kita, sementara tidak demikian dengan saudara “klon” obat herbal tersebut yaitu obat kimia yang memiliki rantai kimia kadang hampir bersamaan dengan barang aslinya tetapi selalu kekurangan 1 – 2 rantai kimia yang menyebabkan bahan kimia ini dikenali sebagai benda asing yang menyulitkan tubuh kita untuk “mengawal” nya secara baik-baik dan membiarkannya keluar dari tubuh kita secara damai, malahan benda asing ini akan berkumpul dan berakumulasi dalam tubuh jika dikonsumsi secara berkepanjangan dan pada akhirnya justru membuat tubuh kita bagaikan tong sampah yang bukan lagi berminggu-minggu bahkan bertahun-tahun tidak diangkat dan dibersihkan.

Hippocrates sendiri yang dianggap sebagai Bapak Kedokteran Barat justru menyatakan bahwa dalam memperoleh kesembuhan hendaknya kita “Jadikan obat sebagai makananmu dan jadikan makanan sebagai obatmu” dengan herbal kita bisa melakukan itu, sementara dengan obat kimia, tegakah anda menjadikannya sebagai makanan?

Sebelum kita teruskan ada baiknya kita uraikan apa saja yang terkategori obat herbal. Secara umum memang kita lebih mengenal dan menyebutnya dengan obat herbal walaupun dalam perjalanannya sebetulnya lebih luas lagi dan lebih tepat disebut sebagai obat alamiah. Obatan bersifat alamiah dapat berasal dari tanaman dengan berbagai jenisnya seperti, bijian, buah, rumput-rumputan, akar kayu, kayu itu sendiri, sayur-sayuran ataupun berasal dari benda hewani seperti daging kambing ( kita bahas secara lebih detail dilain kesempatan), binatang laut (hiu, teripang, salmon dll), mineral penting (garam bukit, kalsium) dan lain-lain.

Secara mengejutkan penulis menemukan sederetan ayat dalam Al-Qur’an yang menyatakan dengan sangat gamblang tentang manfaat herbal bagi kesehatan, inilah yang menjadi landasan penulis untuk mengatakan obat herbal adalah juga pengobatan Thibbun Nabawi lebih jauh lagi bahkan pengobatan Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an surat ‘Abasa mulai ayat 24 sampai 32 anda akan menemukan sebuah keterkaitan indah yang menghubungkan antara perintah Alloh untuk memperhatikan makanan, fenomena alam kejadian bumi dan manfaat herbal untuk kesehatan manusia dan binatang ternaknya.

ayat ke 24 Alloh swt memerintahkan manusia untuk memperhatikan (bahkan lebih jauh lagi menurut seorang guru meneliti dan mengetahui apa manfaat dan isinya, karena menggunakan kata yanzhuru) makanan yang akan dimakannya, karena … pada ayat ke 25 Alloh menjelaskan tentang telah diturunkannya air yang banyak ke atas bumi dan dibelah-belahnya bumi oleh Allah swt dengan sebaiknya-baiknya pada ayat yang 26nya hal ini secara mengejutkan berkesesuaian dengan teori penciptaan bumi dan hubungan bumi dengan bulan yang menyebabkan bumi dapat berputar pada porosnya dengan baik. dalam sebuah sajian film tentang moon mysteries yang dibuat oleh orang barat kita dapat memahami ayat ini dari kacamata ilmu pengetahuan, dimana jutaan tahun yang lalu ketika proses penciptaan sistem tata surya kita pada mulanya bumi dan bulan adalah dua planet yang kemudian bertumbukan dan proses pertumbukan itu memecahkan planet yang satu menjadi kecil sehingga menjadi satelit bumi sampai saat ini, setelah proses ini bumi dilingkupi kegelapan dan kemudian Allah turunkan air terlebih dahulu kemudian gaya gravitasi bulan yang masih sedemikian besarnya pada saat itu secara bersamaan membuat bumi seolah di garuk oleh mesin bajak super besar bersama air di atasnya sehinggalah muka bumi ini terbelah sedemikian rupanya menghasilkan potensi tanah yang berbeda-beda. Subhanallah, kemudian setelah semua proses itu bumi pun siap untuk memperoleh kehidupan pertamanya, maka Allah swt menumbuhkan terlebih dahulu ke atas bumi itu Biji-bijian, subhanallah sementara beberapa di antara kita masih memperdebatkan apakah BIJI hitam (habasauda) itu benar-benar obat ataukah bukan. selanjutnya Alloh menjelaskan tanaman berikutnya yang ditumbuhkan Allah dengan urutan berikut ;

- Anggur dan sayuran
- Zaitun dan Kurma
- Kebun yang lebat (indikasi dari berbagai macam pohon kayu?)
- Buah-buahan dan rerumputan

Subhanallah bukankah semuanya yang disebut itu adalah herba? lalu apa hubungannya dengan pengobatan? coba kita tengok pada ayat yang ke 32 dari surat ‘abasa tersebut yang secara indah Allah menutup dengan perkataan “Kesenangan bagimu dan bagi binatang ternakmu” Kesenangan apakah yang terbesar bagi manusia selain daripada kesehatan? Sekalipun penulis bukanlah seorang pakar tafsir tentulah jelas bagi siapapun yang membaca menggunakan akal sehatnya untuk melihat bahwa bukan sekedar senang karena memakannya tetapi juga dampaknya yaitu kesehatan. Apalah artinya memiliki berbagai hal yang menjadi patokan kesuksesan di dunia jika tubuh tidak sehat tentulah akan hilang kesenangannya.

Jika pemaparan ayat tadi masih dirasa kurang, mari kita juga coba melihat bagaimana Rasul sendiri menjalani kehidupannya dalam mengatasi berbagai macam gangguan terkait kesehatannya. Ternyata dalam kitab Thibbun Nabawi yang ditulis oleh Imam Ibnul Qoyyyim al-Jauziyah, beliau mengungkapkan sebuah fakta sejarah yang mungkin tidak pernah kita dapatkan dalam pelajaran kesehatan di sekolah kita. ternyata Rasul dan para sahabat telah mengenal golongan jenis obat kimia yang pada masa itu disebut sebagai aqrobathain atau eqrobadjin dlam terjemahan yang lain. tetapi ternyata semasa kehidupan rasul pun demikian dengan para sahabatnya mereka tidak pernah mengkonsumsi obatan aqrobathain tersebut, justru mereka lebih banyak menggunakan obatan herba ataupun makanan alamiah lainnya. Malah ada fakta lain bahwa ketika raja Mesir disurati oleh Rasul kemudian beliau memberikan hadiah kepada Rasul berupa seorang budak wanita bernama Maryam yang darinya Rasul pernah mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Ibrahim, ternyata juga diutus seorang dokter mesir yang ditugaskan untuk mengobati baik Rasul maupun sahabatnya, namun ternyata dokter mesir ini tidak bertahan lama dan akhirnya di kembalikan pulang karena ternyata obatan yang digunakan oleh dokter mesir ini adalah pengobatan kimiawi yang tidak disukai oleh Rasul dan para sahabat.

Karena begitu jelasnya ketinggian nilai pengobatan Herba ini maka sudah seharusnya kita menyambut dan yang terlebih penting lagi mempraktekkannya bukan nanti tapi sekarang dan bukan hanya untuk mengobati tetapi juga untuk perawatan. Lalu bagaimana dengan adanya kasus dimana orang yang mengkonsumsi herbal kemudian malah merasakan sakitnya semakin bertambah. ? Disinilah perlunya pengetahuan tentang dosis dan penempatan herba yang tepat sesuai dengan syndrome yang diderita oleh seseorang karena jangankam herba yang difungsikan sebagai obat, makan nasi yang berfungsi sebagai makanan pokok pun jika berlebihan pastilah akan menyebabkan efek samping perut kembung, nafas tersengal dan badan berkeringat. Dengan pemberian herba yang dimaksudkan sebagai herba obatan dosis yang tepat dan sesuai kebutuhan insya Allah akan memberikan dampak yang maksimal yang dengan izin dari.Alloh SWT sajalah akan memberikan kesembuhan. Nah kawan-kawan sekalian mulai sekarang jangan tunda lagi untuk kembali ke Pengobatan Qur’an, Pengobatan Herbal. segera tanyakan kepada ahli terapi di tempat anda tentang herbal apa yang cocok bagi anda atau bahkan lebih baik lagi mari kita kembali mempelajarinya. Salam Hangat

Muhammad Hakimmuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Switch to our mobile site