Terapi Bekam Modern, Terapi Terpadu, Terapi Islami

Bekam dan Sakit Lupus

March 3, 2012 - السبت 10 ربيع الثاني 1433
 

Tentang Bekam dan Sakit Lupus akan saya sampaikan dalam 2 tulisan.

Di tulisan ini saya akan berbagi kisah seorang penderita lupus yang sekarang aktif menyebarkan pengobatan Thibbun Nabawi dan Bekam. catatan ini saya ambil dari catatan note beliau di facebook

bagi yang ingin kenal dengan beliau langsung dapat mencoba mengajukan pertemanan dengan beliau di alamat facebook beliau disini

 

Berikut ini catatan Beliau :

Agustus pagi itu……
Menyusuri lorong rumah sakit swasta di kota Bandung….
Namanya nadia,…dan hari ini hari ke sekian nadia masuk ke rumah sakit
Wajah cantiknya pucat,namun senyumnya masih hadir diantara sedih dan putus asa
Jarum infus,slang sonde dan masker oksigen terpasang lengkap

Nadia,pagi ini harus berjuang diantara segala ketidakmungkinan menurut dokter.
“Teh,…aku ga bisa sembuh yah???…aku denger bisik2 temen2 aku dan keluarga aku,katanya aku gak akan sembuh,sakit aku belum ada obatnya…,betul teh”
Nadia,…aku diam seribu bahasa.Tak tau mesti menjawab apa…5 tahun lalu ,aku pun berpikir sama.Bahwa sakitnya Nadia tak ada obatnya dan belum bisa disembuhkan.

Nadia,pagi ini kicau suara merdunya hilang.
Nadia yang aku kenal sebagai penyiar radio….cantik,ramah dan ceria perlahan lenyap oleh derita sakitnya.
Nadia yang kukenal di pagi bulan agustus itu adalah Nadia yang lemah,tak berdaya.
Kulitnya hitam melepuh,bernanah….Kain sprei putih yang menjadi alas tidurnya tak lagi menampakan warna aslinya.

September pagi itu…
Kembali aku harus bertemu Nadia dalam kondisi yang memilukan,…
Sakitnya sudah menyerang ginjal dan otak…
Bicaranya sudah tak jelas…
Nadia,…aku menggenggam tangannya,mengatakan kalau semuanya akan baik2 saja.
Nadia menggeleng,…dia berbisik lirih,dia tau waktunya telah sampai.3 tahun dia berjuang…
Dokter,obat dan operasi tak membuatnya membaik….,dia bilang “aku menyerah teh….”
Aku terdiam bahkan saat 9 jam kemudian dokter dan para perawat mengatakan nadia telah pergi
Nadia,..seorang sahabat,adik dan guruku pergi…..membawa berjuta pertanyaan yang entah kapan terjawab….

2006,pagi itu…..
Aku tersentak,aku divonis dengan penyakit yang sama dengan Nadia
Protes,marah dan kecewa….
Perlahan bayang2 nasib yang nadia alami akan aku alami juga…
Hari2 kemudian aku jalani apa yang nadia jalani….kortikosteroid,cloroquin,ospen…dianol
Bolak balik rumahsakit,….cek lab,paru…,ginjal
Infus,nebulizer….(asma-ku makin sering kambuh)
Merah2 nodosa di lengan ,paha ,betis bahkan dada….
Beberapa bulan kemudian…..tak sekedar kortikosteroid,…obat2 TBC,
dan terakhir MST karena sakit yang luar biasa.

8 Bulan kemudian,di saat karirku menuju puncak sakitku pun menuju puncak…
Leukosit menembus angka 24.000,memaksaku bertanding dengan venflon di lengan kiri untuk memasukan injectie cefotaxime dan kalmethasone..
Pingsan dan mimisan seperti menjadi kegiatan akrabku…

Dan lantas aku pun berfikir sama,…penyakit yang tak ada obat untuk sembuh,…
Obat2 seumur hidup paling yang terbaik remisi..
…sampai kapan??? entahlah…sementara ginjalku memburuk…dan penglihatanku berkurang karena cloroquin….,belum obat2 TBC membuat pendengaranku tak jelas…

Penyakit yang tak ada obatnya??? tak bisa sembuh???
Kesadaranku tersentak,sebagai seorang muslimah aku ingat dan percaya ,Alloh turunkan penyakit beserta obatnya,…Dan ketika aku sakit,Dia Alloh yang menyembuhkan….
Aku percaya kekuatan doa,dan aku meminta Alloh memberikan kesembuhan

Sampai kemudian perjalanan hidupku di tahun 2008 membawaku pada keyakinan tentang thibbun nabawi…Ada tiga pengobatan terbaik,…bekam,madu dan kay….akumembacanya dari HR Bukhari,dan aku yakin kesahihannya.
Di tahun itu pula aku fokuskan perhatianku untuk belajar kitab atthib (kitab pengobatan Rasululloh)
Tidak mudah bagiku untuk paham dan mengerti,tapi dorongan itu begitu kuat…
Keyakinanku pada Alloh dan apa yang Rasululloh wariskan untuk umatnya salah satunya pengobatan Rasull aku kuatkan.
Aku yang hampir sembilan tahun bekerja dan hidup di lingkungan rumah sakit tentu berat awalnya…namun kemudian segalanya menjadi mudah ketika aku yakin.

Pola hidup(pola makan,pola aktivitas dan pola fikir) sesuai tuntunan Rasul,plus bekam,madu,habatusauda(herba) menjadi kekuatan ikhtiarku…..
Sehebat apapun rasa sakit dan keinginan untuk meredakannya dengan analgetik aku tahan…ada masa2 dimana aku ingin kembali berobat dengan cara dulu..tapi kembali aku kuatkan niat.
Bukankah thibun nabawi salah satu sunnah Rasululloh…dan aku ingin menjadi yang termasuk mengamalkan dan menghidupkannya…

Tak terasa 2 tahun sudah,…aku semakin membaik sekarang,kondisiku stabil tanpa kortikosteroid.
Rumah sakit ,pingsan dan mimisan tak pernah lagi
Alloh sungguh memberikan anugerah yang luarbiasa….
Dan sekarang nikmat ini bertambah,…karena Alloh mempercayaiku untuk jadi calon ibu,…
Subbhanalloh…Allohu Akbar

aku tau sampai sekarang masih banyak yang meragukan thibbunnabawi..
Bekam,herbal..
tak apa semuanya berproses dan kembali kepada keyakinan,…
untukku inilah pengobatan terbaik yang Rasululloh wariskan dan aku bersyukur aku meyakininya dengan segenap jiwaku….

Link ke catatan beliau dapat di lihat di sini : http://www.facebook.com/profile.php?id=100000025282245#!/note.php?note_id=395370433118

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«

Switch to our mobile site